z9gV3AfgLseek8CnqUqRp2AkiAHAq7owgHlSORQ6
Perbandingan Mendasar Bisnis Online dan Offline

Perbandingan Mendasar Bisnis Online dan Offline

Perbandingan Mendasar Bisnis Online dan Offline - Wadah Siparmin


Bagi anda yang ingin memulai bisnis apakah itu yang berbasis online maupun offline bagi yang belum tahu ada baiknya memperhatikan perbedaan mendasar atas kedua jenis bisnis ini, pembahasan kali ini Siparmin sedikit menjabarkan perbedaan antara bisnis online dan offline.


Bisnis online dan offline


Berikut Perbandingan Mendasar Bisnis Online dan Offline


1.     Aspek Modal Usaha

Merujuk pada sektor tersebut, tentunya terdapat perbedaan mendasar antara bisnis online dan offline.  Sektor toko online relatif murah, mduah dan singkat. Anda tidak memerlukan pembiayaan sewa tempat, infrastruktur, bangunan, atau hal lain yang menjadi kebutuhan mendasar dalam membangun sebuah toko. Hanya terfokus pada kemampuan anda selaku admin dalam mengelola market place yang digunakan, entah itu melalui website, blog, jejaring sosial tertentu. Di sisi lain, bagi sektor offline, tentunya perlu merogok dompet lebih dalam, sebab bukan hanya jejaringinternet, anda perlu membuka store, kios atau toko sendiri yang tentnunya menguras waktu, tenaga, serta dana yang besar dalam mempersiapkan kebutuhan toko tersebut.

2.     Resiko Usaha

Secara garis besar, dapat ditarik pemahaman. Jika toko offline tidak memerlukan modal usaha yang besar tentunya kemungkinan kerugian yang ditimbulkan juga tidak besar. Resiko kerugian usaha relative kecil, sedangkan keuntungan tidak terbatas. Olehnya, anda tidak memerlukan persiapan mendasar layaknya stock barang, terkecuali konten yang anda tawarkan. Sedangkan, untuk toko online resiko besarnya kerugian tentunya dipengaruhi oleh besar modal usaha yang dikeluarkan, pengaruh tersebut berdampak secara langsung terhadap ekuntungan maupun kerugian.

3.     Ruang Lingkup Pasar

Faktanya keberadaan toko online tidak memiliki batasan baik dari segi waktu, hari atau pengaruh cuaca sekalipun. Toko offline dapat dijangkau oleh konsumen dimanapun dia berada, bahkan diluar negara atau belahan dunia terjauh sekalipun. Selama itu, toko online tidak perlu khawatir dengan waktu atau jam sebagaimana toko online yang cenderung memiliki SOP toko jam waktu buka maupun tutup. Toko online dapat dilakukan selama 24 jam non-stop bahkan hari libur sekalipun. Keunggulan ini memberikan kemudahan bagi pembeli untuk mengaksesnya dimanapun dan kapanpun dia menginginkan. Begitupula sebaliknya terhadap toko offline memiliki kelemahan berupa pembatasan dari sektor wilayah, dimana konsumen tidak dapat menjangkaunya dengan baik. Serta waktu operasional yang menyesuaikan harusnya ada keselarasan antar konsumen dan penjual.

4.     Biaya Operasional

Aktivitas toko online dalam menjalankan usaha memerlukan biaya yang sedikit, khususnya modal mendasar hanyalah kemampuan mengoperasikan internet dan aksesnya yang stabil . Berbeda halnya, dengan toko offline memerlukan biaya jauh lebih besar, dari sektor marketing saja tentunya wadah, iklan harus saling sinkron guna terlihat menarik. Biaya gaji karyawan, beban penyusutan pada barang jualan, maupun modal untuk melengkapi stok ketersediaan pada toko yang dikelola. Sedangkan toko online hanya membutuhkan biaya operasional skala kecil yakni pada kebutuhan iklan di media sosial maupun website dan sejenisnya dengan kategori harga yang lebih murah. 

Nah demikian, 4 hal mendasar perbandingan antara bisnis online maupun offline yang dapat kamu jadikan bahan pertimbangan.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar